Banten

Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Kini Masuk Ruang Sidang: Jokowi Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

Abdurahman | 17 September 2026, 22:51 WIB
Polemik Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai, Kini Masuk Ruang Sidang: Jokowi Ingin Nama Baiknya Dipulihkan
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (foto: dok Ist)

AKURAT BANTEN— Polemik mengenai tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi belum juga berakhir.

Meski berbagai klarifikasi telah disampaikan, isu mengenai keaslian ijazah Jokowi kembali bergulir dan kini memasuki ruang persidangan.

Perkembangan terbaru terjadi pada Kamis, 17 September 2026, ketika terdakwa Roy Suryo menjalani sidang perdana perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Dalam persidangan tersebut, jaksa penuntut umum membacakan dakwaan yang menyebut adanya sejumlah unggahan di media sosial yang pada pokoknya menuduhkan bahwa ijazah S-1 Jokowi palsu.

Jaksa menyebut perkara tersebut bermula dari tiga unggahan di media sosial pada Maret 2025, terdiri dari dua video YouTube dan satu unggahan di platform X.

Menurut dakwaan jaksa, konten tersebut dinilai menyerang kehormatan atau nama baik Jokowi karena mempersoalkan keaslian ijazah sarjana yang bersangkutan.

Baca Juga: Sekolah Negeri Tak Bisa Pilih-Pilih Penerima MBG, BGN Tegaskan Harus Sepakat: Terima Semua atau Tolak Semua

Jokowi Ingin Nama Baiknya Dipulihkan

Polemik yang berlangsung cukup panjang itu bukan lagi sekadar perdebatan di ruang publik.

Bagi Jokowi, persoalan tersebut berkaitan dengan nama baiknya. Dalam proses hukum yang berjalan, pihak Jokowi menyatakan bahwa tuduhan mengenai ijazah palsu telah menimbulkan kerugian immateriil.

Keinginan untuk memulihkan nama baik inilah yang kemudian menjadi salah satu latar belakang langkah hukum yang ditempuh.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa, disebutkan bahwa setelah mengetahui adanya unggahan yang menuduhkan ijazah palsu, Jokowi melalui pihak yang membantunya mengumpulkan berbagai konten tersebut.

Tim kuasa hukum Jokowi kemudian memberikan bantahan melalui konferensi pers pada April 2025.

Perkara itu selanjutnya berkembang menjadi proses hukum yang melibatkan sejumlah pihak.

Baca Juga: Bikin Merinding! Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru di Gunung Anak Krakatau Resmi Dihentikan, 13 Objek Ditemukan tapi Bukan Arupadhatu I

UGM Disebut Telah Memberikan Klarifikasi

Salah satu bagian penting dalam polemik ini adalah posisi Universitas Gadjah Mada (UGM), kampus tempat Jokowi menempuh pendidikan.

Dalam persidangan 17 September 2026, jaksa menyampaikan bahwa ijazah Jokowi disebut asli dan telah dikonfirmasi oleh UGM sebagai institusi pendidikan yang berwenang.

Jaksa juga menyebut Jokowi tercatat sebagai mahasiswa UGM dan dinyatakan lulus pada 5 November 1985.

Sebelumnya, UGM memang telah memberikan keterangan mengenai status akademik Jokowi. Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang terus muncul dalam perdebatan mengenai ijazah mantan presiden tersebut.

Namun, proses hukum yang berlangsung saat ini memiliki fokus tersendiri, yakni menilai dugaan tindak pidana yang didakwakan kepada pihak yang membuat atau menyebarkan tuduhan.

Dengan demikian, ruang persidangan menjadi tempat untuk menguji alat bukti dan argumentasi masing-masing pihak.

Polemik ijazah Jokowi kini tidak hanya berlangsung di ruang publik, tetapi telah bergeser ke ruang sidang untuk diuji melalui proses hukum dan pembuktian.

Baca Juga: Heboh di Labuan Bajo! Dua Kapal Wisata Tabrakan di Selat Padar, Haluan Kapal Rusak

Roy Suryo Tolak Jalan Damai

Sidang perdana Roy Suryo juga diwarnai dengan pembahasan mengenai kemungkinan penyelesaian melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice.

Namun, Roy Suryo menyatakan tidak bersedia menempuh jalur tersebut dan tidak mengakui dakwaan yang dibacakan jaksa.

Sikap tersebut membuat perkara berlanjut ke tahapan persidangan untuk menguji dakwaan serta pembelaan terdakwa.

Jaksa sendiri mendakwa Roy Suryo dengan sejumlah pasal terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, termasuk ketentuan dalam KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga: Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan

Mengapa Polemik Ini Belum Juga Berakhir?

Pertanyaan besar yang muncul adalah mengapa isu ijazah Jokowi masih terus bergulir meski berbagai klarifikasi telah diberikan.

Jawabannya tidak sesederhana satu pernyataan.

Di satu sisi, pihak Jokowi dan UGM telah memberikan keterangan mengenai status pendidikan dan ijazah Jokowi.

Di sisi lain, sejumlah pihak tetap mempersoalkan dokumen tersebut dan menyampaikan analisis maupun tuduhan melalui ruang publik. Sebagian tuduhan tersebut kemudian berujung pada proses hukum.

Karena itu, perkembangan perkara saat ini menjadi penting. Pengadilan memiliki ruang untuk memeriksa bukti, mendengar keterangan saksi, serta menilai argumentasi jaksa dan pihak terdakwa.

Artinya, proses persidangan akan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan panjang polemik tersebut.

Baca Juga: Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan

Dari Media Sosial Berujung ke Pengadilan

Polemik ijazah Jokowi juga memperlihatkan bagaimana sebuah isu yang berawal dari ruang digital dapat berkembang menjadi perkara hukum.

Unggahan media sosial yang awalnya dapat disaksikan publik secara luas kini menjadi bagian dari materi yang diperiksa dalam persidangan.

Jaksa menyebut terdapat tiga unggahan yang menjadi bagian dari perkara Roy Suryo. Tuduhan mengenai keaslian ijazah kemudian menjadi inti persoalan yang dipersoalkan dalam dakwaan.

Pada titik ini, penting untuk membedakan antara tuduhan yang disampaikan seseorang dengan fakta yang telah dibuktikan secara hukum.

Perkara Roy Suryo sendiri masih berjalan. Karena itu, putusan akhir pengadilan belum dapat disimpulkan dari dakwaan jaksa semata.

Baca Juga: Gibran Makin Rajin Blusukan, Pengamat Bongkar Sinyal Politik Jelang Pilpres 2029: Prabowo Wajib Waspada?

Babak Baru Polemik Ijazah Jokowi

Sidang perdana Roy Suryo pada akhirnya membuka babak baru dalam polemik ijazah Jokowi.

Perdebatan yang selama ini berlangsung di media sosial dan ruang publik kini mendapatkan panggung yang berbeda: ruang pengadilan.

Di sana, setiap pihak akan memiliki kesempatan menyampaikan argumentasi dan bukti sesuai ketentuan hukum.

Bagi Jokowi, perkara ini berkaitan erat dengan upaya mempertahankan dan memulihkan nama baiknya.

Sementara bagi Roy Suryo, persidangan menjadi kesempatan untuk menyampaikan pembelaan terhadap dakwaan yang ditujukan kepadanya.

Yang jelas, polemik panjang mengenai ijazah Jokowi belum benar-benar berakhir.

Kini perhatian publik tertuju pada bagaimana proses persidangan berjalan dan bukti apa saja yang akan terungkap dalam persidangan berikutnya.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman